Pintu yang sama
08:11:00Air mata jatuh sia-sia
Bunda piara menentramkan jiwa
Bunda aku tak kuasa
Bahkan tak dapat kulupakan walau sekejap saja
Bunda, seandainya jarak ini bukan halangan
Bunda, seandainya ego ini bukan batasan
Aku ingin jujur
Aku ingin jujur
Aku rasa hanya Bunda yang mengerti
Lelaki yang aku tunggu
Gemercit kayu akibat pintu yang ia buka
Bahkan setiap langkah kaki di teras rumah
Untuk setiap sepasang bola mata yang menatap
Aku tunggu kamu.
0 komentar