Kita
19:39:00Perempuan ini tidak berhenti..... menatap switer hitam itu.
Ya, hitam yang ia lihat mungkin mewakili perasaannya.
Bukan duka, melainkan sendu.
Bukan hina, melainkan tragis.
Kebodohan? Ya mungkin yang ia alami.
Namun siapa yang pernah bisa menahan perasaan?
Sayang dengan Egois itu beda tipis.
'Dia' bilang 'Dia' egois.
Perempuan ini bilang dia sayang.
Aku bilang tadi keduanya beda tipis, lalu apalagi yang mereka lewatkan?
Ada.
'Dia' melewatkan memori,
Memori...
Mungkin bahkan 'Dia' tidak lagi ingat bagaimana cara aku berani memegang tangannya pertama kali dengan sengaja.
Mungkin bahkan 'Dia' tidak lagi ingat bagaimana cara aku memesan bakmi untuk kami berdua.
Mungkin bahkan 'Dia' ..
Bahkan 'Dia' ....
Tidak ingat bagaimana 'Kami' bisa tertawa bersama.
Aku daritadi menyebut kata 'Dia' dan Dia ya? Maaf, aku melupakan kata-kata 'Kita'.
Itulah yang kita lupakan,
Kita hanya lupa dengan 'Kita'
0 komentar